rabun dekat

Havel,

Terlalu banyak amarah menyembur di hari-hari ini. Overdosis. Mengguyurkan purbasangka, meracuni pikiran waras. Ajaibnya, amarah itu mengarah pada yang “jauh”, bukan yang “dekat.” Amarah itu menyasar hal-hal “ideologis”, bukan isu-isu “pragmatis” yang lebih mendesak dan membawa kemaslahatan konkret jika ditangani serius. Pilunya, kekerasan terlalu gampang dijalani.

Kita mengidap “rabun dekat.” Bisa jadi gara-gara kepandiran. Atau, lantaran dorongan bawah-sadar untuk menampik dominasi “mereka”–yang memang kerap bersikap pongah. Tapi, inilah “sertifikat” yang menabalkan bahwa kita belum beranjak dari status pecundang.

Andai saja lebih proporsional…

NB: nak, apa saja sih produk Denmark yang beredar di sini? Biskuit-biskuitmu?

Advertisements
rabun dekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s