dalam sakit

waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali menanti-nanti
kau berbisik: siapa lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

di ruangan ini kita gaib dalam gema. Di luar malam hari
mengendap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi.

(Havel, suasana dalam sajak Sapardi Djoko Damono di atas jauh lebih mencekam. Sementara, aku cuma dihajar virus flu keparat ini. Terkapar memang. Ah, sesekali, tubuh boleh saja tak sehat. Namun, pikiran jangan sekali-kali berkarat…)

Advertisements
dalam sakit

One thought on “dalam sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s