anyer, bukan pangandaran

Havel,

Kamu berguling-guling di pasir. Sementara, kami mesti menghadapi nenek penjual emping, anak muda penjaja otak-otak. Anyer, siang itu, sunyi. Barangkali kita tiba terlampau dini. Laut terhampar. Ombak menampar-nampar. Cahaya matahari membasuh. Keelokan yang utuh.

Waktu berlari, rindu pantai lagi. Sedihnya, kemarin, di pesisir Selatan, dari laut, maut datang menjemput….

Advertisements
anyer, bukan pangandaran

2 thoughts on “anyer, bukan pangandaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s