nostalgia

Havel,

Lama bermukim di Amerika, seorang teman mudik sejenak ke Indonesia. Kami–belasan orang– lalu berhimpun, ditingkahi dentam musik dan seafood yang menggugah selera. Suasana hangat dengan gurau canda.

Bernostalgia, kami mengungkit lagi kisah-kisah semasa sekolah. Melulu nostalgia. Tapi, apa yang salah? Hari ini dan esok mustahil eksis tanpa hari kemarin. Persoalannya cuma dosis. Apa saja yang terlampau banyak tentu dekat dengan mudarat.

Dan, seorang Amir pun mesti menapaktilasi sejarah pribadinya. Di Afghanistan, negeri yang letih oleh konflik berkepanjangan itu, ia harus menghadapkan wajah ke belakang. Padahal, hanya perih dan sedih di sana. Simaklah kisahnya di The Kite Runner (Aku baru tuntas membacanya pekan lalu. O, iya, terima kasih buat Khaled Hosseini yang telah menghadirkan cerita amat menyentuh ini).

Advertisements
nostalgia

6 thoughts on “nostalgia

  1. dhenok says:

    ya, cerita yang menyentuh. dan menarik menjumpai penggambaran assef dengan kaca mata ala john lennon.
    di bab 21 dan 22 nama john disebut 4 kali. gw kan cinte ame john gitu loh! jadi, agak sedih juga namanya disandingkan dengan si talib pembantai itu. hik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s