pas

Havel,

Tadi pagi, di jalan, aku iseng menggeser frekuensi radio, dari Hardrock ke I-radio. Eh, ada suara melengking tapi akrab di kuping, mendendangkan lagu asing. Hmm…ini suara Yuki, vokalis PAS Band. Uh, lama juga tak mendengar dia bernyanyi. Ada satu periode, di masa muda, ketika aku cukup menggandrungi grup asal Bandung itu. Kini, telah berapa album mereka yang terlewat?

Tapi, apa sejatinya yang membuat Yuki dan tiga kawannya itu memikat? Soal teknis bermusik, di tanah air, mereka salah satu yang terbaik. Berisik tapi asyik. Perihal lirik, mereka lumayan matang, mendekati subtil. Tema di banyak lagu: pemberontakan atas keadaan. Cermati, misalnya, petikan dari Singomenggolo ini:

apa daya tanganku lihat hitam disana
tak lagi kawan canda kini jadi legenda
demi uang isap embun tak ada lagi bunga
pagi adalah mati bagi semua cahaya

(Toh, tema-tema ini sama sekali tak orisinal buat lingkungan musik cadas. Susuri dari kurun The Beatles hingga Green Day ketika meneriakkan American Idiot.)

Pemberontakan. Suatu saat, kamu pun mencapai fase ini. Bukan sebagai musisi rock barangkali, tapi sebagai remaja biasa yang memburu jati diri. Dan, kami mesti sigap, sesigap menggeser-geser frekuensi radio…

Advertisements
pas

One thought on “pas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s