armstrong dan keyakinan berlebihan

Havel dan Kafka,

Karen Armstrong tak menyukai Margaret Thatcher. Bagi Armstrong, “Ia adalah simbol bahaya sikap sok yakin.” Di bawah Thatcherisme, untuk pertama kali, kaum papa mulai keleleran di jalanan London. Terowongan dekat stasiun Waterloo, tempat orang-orang membangun gubuk dari kardus, disebut Kota Kardus.

Uniknya, penulis A History of God itu menyejajarkan Thatcher dengan Jerry Falwell untuk Amerika dan Ayatullah Khomeini untuk Iran. Satu benang merah yang menghubungkan mereka: sikap mutlak-mutlakan. Dan, ini ditampik Armstrong lantaran, “…membuat orang kehilangan hati, kejam, dan tidak manusiawi, menutup pikiran mereka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru; membuat mereka puas dan cinta diri.”

Tapi, buat banyak orang, Armstrong dan orang-orang sehaluan adalah wujud ketidakjelasan sikap, kelembekan hati, kesetengahhatian iman. Lalu, kekerasan senantiasa punya pembenaran.

Advertisements
armstrong dan keyakinan berlebihan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s