batu-batu beterbangan

Havel dan Kafka,

Ribuan pasang mata menyaksikan. Di tengah lapangan, berlangsung pengadilan. Udara tercemari ketegangan.

“Bagaimana kita menghukum mereka yang tak menghormati kesucian pernikahan? Bagaimana kita berurusan dengan mereka yang tak mematuhi Tuhan? Bagaimana kita menjawab mereka yang melemparkan batu ke jendela rumah Tuhan? Kita harus melempari kembali dengan batu,” kata pria bersurban itu di depan mikrofon.

Lalu, batu-batu beterbangan ke tubuh, terutama kepala, perempuan dengan burqa merah jambu itu. Ia pun rebah ke tanah. Burqa-nya bersimbah darah. Film terus mengalir, dengan layar yang dilaburi air mata negeri bernama Afghanistan.

Aku coba mencerna lagi seruan seorang miliser, “…bersegeralah menonton (The) Kite Runner. Bagus banget untuk mengajarkan kita bahaya radikalisme agama!”

NB: Aku pernah menulis soal The Kite Runner di sini.

Advertisements
batu-batu beterbangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s