bung kecil

Havel dan Kafka,

Sutan Sjahrir muncul di Burung-burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya. Alkisah, sejumlah serdadu NICA menembaki mobilnya sehingga harus stop dengan terpaksa.

Ia diinterogasi dengan kasar tapi menanggapi dengan sabar. Sjahrir berujar, “Jenderal Christison menunggu saya. Harap jangan mengecewakan beliau.” Para keroco meradang. Salah seorang di antaranya mendaratkan gagang pistol di wajah perdana menteri pertama RI itu.

Adegan tersebut menjadi jembatan menuju penonjolan karakter Bung Kecil yang meluncur dari mulut Mayor Verbruggen, perwira NICA.

Ini kutipan dari Verbruggen, “Orang ini (Sjahrir, YA) musuh paling berbahaya bagi hidup-mati Hindia Belanda. Sebab dengan senyumnya, dengan kehalusan budinya, ia memikat. Seorang Soekarno, ia boleh-boleh saja didewa-dewakan oleh massa bangsa kuli tolol itu, tetapi ia tidak berbicara apa-apa untuk orang-orang gede dalam meja penguasaan dunia yang sekarang sedang menata dunia…Semakin banyak Soekarno, semakin lekas Republik ini hancur.”

Dengan lebih “berimbang,” semangat kutipan itu sejatinya telah hadir pada karya Romo Mangun sebelumnya, pada esai berjudul Dilema Sutan Sjahrir: Antara Pemikir dan Politikus. Coba simak, “Bahaya yang terbesar sebenarnya sudah bersarang di dalam bangsa Indonesia sendiri…sementara Sukarno memobilisasi gelora semangat massa agar berapi-api merupakan himpunan dan pemusatan tenaga rakyat melawan Belanda, Sjahrir dan kabinetnya merasa wajib mengatur tenaga raksasa itu ke dalam pengerahan yang benar. Agar jangan sampai energi-energi yang membubung itu berubah menjadi demon-demon yang akhirnya hanya menelan anak-anaknya sendiri…”

Anak-anakku, tahun ini, jika masih hidup, Syahrir menginjak 99 tahun. Pada 9 April 1966, ia wafat di Zurich, Swiss. Saat itu, api Soekarno yang menyala-nyala telah padam…

Advertisements
bung kecil

2 thoughts on “bung kecil

  1. Selamat untuk blognya Kang Yus dengan wajah barunya!

    JAdi inget cerita waktu Schermerhorn, yang mewakili pihak Belanda di Perundingan Linggarjati, di Bandara Schippol melepas jenazah Syahrir dengan ucapan, “Pada hari ini dan di sini, orang menyadari ‘bahwa Sjahrir benar!’ (Sjahrir had gelijk)”

    btw, ada tulisan Syahrir di atlantic monthly (http://www.theatlantic.com/issues/56jun/sjahrir.htm), “Problems The Country Faces”, udah baca?

    salam,

    Nant’S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s