gulita dan terang, kalah dan menang

Havel dan Kafka,

Syahrir merasakan benar periode gulita itu. Ia dijatuhi hukuman 6 tahun 6 bulan. Pada usia ke 29, Syahrir dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana subversi.

Kesalahan Sjahrir, menurut hakim, telah menyatakan ketidak-puasan terhadap strategi pembangunan yang tertuang dalam GBHN. Dan ketidak-puasannya itu disalurkan dan dicetuskan melalui diskusi & ceramah mahasiswa di Jakarta dan Yogya. Bahkan dalam kesempatan diskusi dan ceramah ilmiah itu, terhukum telah menggunakan kesempatan untuk “membakar semangat mahasiswa untuk bergerak, apapun akibatnya nanti” Kegiatan lain yang dinilai bersifat subversi merongrong kewibawaan pemerintah negara: terhukum ikut serta dalam aksi-aksi ekstra parlementer…mulai dari aksi menentang proyek II, aksi penyambutan Menteri Pronk dari Belanda, sampai demonstrasi menyambut kedatangan PM Tanaka dari Jepang.” (dinukil dari TEMPO, Edisi 21-27 Juni 1975).

Dalam pledoi, ia berseru, “Hingga saat ini pun, setelah empat bulan persidangan ini…Saya tidak sanggup melihat dan menerangkan hubungan antara saya dengan peristiwa Malari …Sesungguhnya terlampau banyak kebohongan…kebohongan absurditas, keganjilan serta pemutar-balikan fakta yang dilakukan oleh Penuntut Umum…materi tuduhan 99 adalah hasil sadapan yang telah dirubah wataknya oleh distorsi dan nada lebih politik, yang diambil begitu saja sekeping-sekeping dari pembicaraan, diskusi-diskusi resmi yang saya lakukan.” (dinukil dari TEMPO, 19-25 April 1975)

Gulita itu pergi pada 21 Mei 1998. Pergi? Belum, menurut Syahrir. Tapi, “Daripada sibuk mengutuk kegelapan, lebih baik mulai menyalakan lilin,” ujarnya. Maka, ia pun mendirikan partai. Seperti juga Partai Sosialis Indonesia (PSI), yang kerap diasosiasikan dengan dirinya, Partai Perhimpunan Indonesia Baru ternyata tak cukup punya daya bujuk ke pemilih.

Kemarin, ia “kalah” oleh Sang Waktu. Sebagaimana kita juga kelak. Namun, pasti sangat banyak orang yang merasa “menang” saat memetik inspirasi dari pikiran-pikirannya.

Advertisements
gulita dan terang, kalah dan menang

One thought on “gulita dan terang, kalah dan menang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s