buku 2010: pembelian “terbaik” saya

Akhir tahun menjelang. Ya, sepanjang tahun ini, saya masih gemar berburu buku tapi tetap sering rada malas membacanya…ha…ha…

Saya membeli buku baru, tapi juga asyik mengejar buku seken. Kebanyakan berbahasa Indonesia, sebagian kecil berbahasa Inggris. Saya beruntung lantaran, misalnya, menemukan The Powers That Be karya David Halberstam, namun juga harus “dikasihani” karena belum menyentuh Rahasia Selma karya Linda Christanty yang banyak dipergunjingkan itu.

Inilah buku berbahasa Indonesia terbitan 2010 yang, menurut saya, masuk daftar pembelian terbaik. Tak ada peringkat, disusun berdasarkan abjad dari judul. Seraya Anda membikin daftar sendiri, sila simak versi berikut:

1. Ceritalah Indonesia [Karim Raslan]

Menulis adalah mendengarkan. Tak usah penuhi tulisanmu dengan kalimat-kalimat njlimet dan kutipan profesor anu atau doktor X. Dengarkan terutama suara-suara lirih yang selama ini membisu.

2. Empat Kumpulan Sajak [Rendra]

Buku lawas yang diterbitkan ulang ini mendedahkan contoh bahwa kesederhanaan sangat kuasa memantik keharuan, bahwa cinta bisa diujarkan dengan “tanpa meliuk-liuk” namun tetap membikin hati hangat.

3. Kumpulan Budak Setan [Eka Kurniawan, Intan Paramadhita, dan Ugoran Prasad]

Hasil “pembacaan ulang” mereka atas kisah-kisah yang ditulis Abdullah Harahap. Karya ini mendemonstrasikan teknik bercerita yang mengagumkan tanpa dibebani pesan-pesan moralistik yang tak perlu.

4. Nagabumi [Seno Gumira Ajidarma]

Setelah Senopati Pamungkas, inilah novel yang memanjakan imajinasi saya tentang jagat persilatan di masa lampau. Juga tentang intrik-intrik politik yang meningkahinya.

5. Superfreakonomics [Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner]

Menebar banyak kejutan dengan pengungkapan fakta-fakta yang selama ini ngumpet. Pun, sangat layak menjadi teladan tentang cara menulis persoalan ekonomi secara “bersahabat.”

6. The House of the Spirits [Isabel Allende]

Merekam sejarah sebuah bangsa dan hikayat suatu keluarga. Di dalamnya termuat: obsesi tentang kemakmuran, riwayat cinta, derita psikologis, dan rentannya relasi sosial.

7. What the Dog Saw [Malcolm Gladwell]

Saya, yang masih kerap terantuk-antuk dalam menulis, belajar banyak dari ketekunan Gladwell dalam meriset, kecermatan menggarap plot, dan kepiawaiannya berbahasa.

8. Zona Aman Gorazde [Joe Sacco]

Ini pintu masuk saya untuk mengenali benda bernama “novel grafis.” Joe Sacco dengan jernih dan jenaka merekam sepotong episode konflik di kawasan Balkan.



Advertisements
buku 2010: pembelian “terbaik” saya

One thought on “buku 2010: pembelian “terbaik” saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s