keajaiban di pasar senen

Akhir pekan lalu, saya dan istri melintas di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Sudah dua jam lewat dari tengah malam. Di terminal, rada gelap dan sunyi. Beberapa mikrolet parkir. Tak banyak orang. Tapi, hanya puluhan meter dari sana,  para pedagang kue subuh dan para (calon) pembeli bikin ramai suasana. Melihat hiruk-pikuk itu, saya teringat Keajaiban di Pasar Senen.

Buku tersebut memuat sejumlah sketsa karya Misbach Yusa Biran, kocak tapi getir, tentang orang-orang yang punya cita-cita menjadi seniman di era 1950-an di Jakarta. Justru lantaran baru merintis karier kesenimanan, kelucuan-kelucuan gampang terbangun. Mereka saling berbual soal kehebatan dalam berkarya, problem ekonomi yang mendera, sampai tentang kesulitan menjelaskan pada para tetangga bahwa seniman berbeda jauh dengan pegawai pada lazimnya. Dan, Pasar Senen menjadi tempat mereka nongkrong, terutama di malam hari. 

Dalam memoarnya, Misbach mengaku, Redaktur Pelaksana Aneka, Has Manan, meminta dia menuliskan kisah-kisah jenaka menyangkut para seniman wanna be itu yang sejatinya telah menjadi bahan pergunjingan di kalangan seniman dan wartawan. Terkait gaya bertutur, ia mengaku belajar dari gaya komedi William Saroyan dan Damon Runyon. Kisah-kisah itu kemudian terbit tiga kali dalam sebulan.

Sejak remaja, Misbach tahu soal para seniman Senen dan ikut nongkrong saat telah berkarier sebagai orang film. Saat itu, ia indekos di Galur, hanya dua kilometer dari Senen. “Sebagai orang Perfini dan asisten Usmar Ismail saya punya gengsi tinggi,” tulis suami aktris Nani Wijaya ini dalam Kenang-kenangan Orang Bandel. Usmar adalah sineas tersohor dan menjadi asistennya niscaya memuncratkan rasa bangga tersendiri. Apalagi, di depan orang-orang yang cukup banyak di antaranya bahkan belum pernah sukses menaruh sajak atau cerita mereka di majalah atau koran.

Itu pengalaman 1950-an, ketika para calon seniman tersebut asyik menabung mimpi. Di dini hari itu, dalam kantuk yang mulai menyerang, mimpi saya adalah kopi panas dan kue-kue dari Pasar Senen.

Advertisements
keajaiban di pasar senen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s